Pages

Wednesday, July 26, 2017

Belum tentu!

hahah
okay
gagal lagi challenge nya


Tapi pengen nulis aja, walau ga ikutan challenge, tapi kepikiran terus, ntah apa trigernya, mungkin salah satunya isi materi salah satu Halaqah Silsilah Ilmiyahnya ust Abdullah Roy yang bilang, kalau belum tentu amalan yang kita kerjakan itu diterima Allah, dan hanya karna rahmat Allah lah kita semua mendapatkan hidayah.


Pernah ga mikir?
"kemana aja gw kok baru tobat sekarang-sekarang ini?"
kesannya 'gw' yang sekarang itu lebih baik ya?

Padahal yang namanya path orang itu beda-beda
kalau dipikir-pikir berapa banyak orang yang tadinya begajulan, tp pada akhirnya jadi sangat sholeh, bahkan meninggal dengan indah...

Yah, manusia sebenarnya memanglah tidak punya kuasa. semua terjadi atas izin Allah. terkadang memang yang dilakukan adalah berusaha untuk taat, dan meminta dari yang maha melindungi dan maha memberi untuk memiliki akhir yang baik.

Apakah sekarang lebih baik?
Apakah nanti akan lebih baik?
Belum tentu


Saturday, June 17, 2017

Hari 17: Murni!

Akhir akhir ini, saya (kebetulan) sedang membaca, melihat, mendengar kajian tentang pemurnian hati. Termasuk di radio yang biasa saya dengar, Aa Gym dengan nyanyiannya:

Jagalah hati, jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini

Dan memang, kalau hati kotor atau sakit, boro boro deh mau ibadah, 'Hoream teuing!' Klo kata orang sunda. Maka dari itu ntah kenapa buku buku yang saya putuskan untuk dibaca, isinya mengarah kesitu semua, pun youtube channel dan radio, selalu kebetulam arahnya kesitu. Mungkin memang ada yang perlu diperbaiki di hati saya ini.

Eaaa kepanjangan intronya...

Jadi begini, ntah nyambung ntah ga, harusnya sih nyambung. Inspirasi itu ga perlu jauh jauh liat orang terkenal, pagi ini justru saya dapat inspirasi dari anak saya yang baru aja lulus TK A.

Pagi itu, seperti biasa untuk menghemat waktu saya dan neng kecil pergi ke tempat les dengan melewati jembatan penyeberangan. Sejak bulan Ramadhan, disitu ada seorang pengemis yang duduk dekat tangga.

Tapi pagi itu, neng kecil merhatiin lebih dalam, mungkin karna kami juga masih santai belum terlambat.

Gerak geriknya bilang kalau dia ingin memberi. Akhirnya saya tanya 'kenapa? Mau ngasih?' Dan dia semangat menjawab 'iya bu'. Akhirnya saya ambilkan uang, dan dengan sigap neng kecil mengambilnya, langsung dia kasih. Dan mukanya bahagia sekali. Deg! Dan dimulailah petualangan hati daya hari ini.

Diatas jembatan, ga biasanya, ada anak yang tertidur pulas. Tentunya menarik perhatian neng kecil.

"Ibu, kok dia tidur disitu? Jorok ih"
"Wah Iya, tapi mungkin anak itu ga punya rumah Del"
"Loh kenapa?"
"Ibu ga tau"
"Harusnya kita bisa berbagi rumah ya Bu? Boleh bu kita kasih rumah?"
"Boleh del, tapi perlu uang banyak kalau begitu"
" Oh ya gpp"
Lalu dia mikir trus nanya lagi
"Tapi nanti kalau uang kita habis bagaimana?"
Ya saya jawabnya spontan
" Cari lagi, dan berdoa sama Allah biar dikasih rejeki dan bisa tolong orang lain"

Akhirnya sampai di tempat les, dan belajar, seperti biasa kalau ada lagu yang dia lupa lalu dia ngarang #eh #abaikan #ga nyambung.

Setelah les, ternyata dia masih ingat, pertanyaan ngaderedet, tapi banyak yang ga saya jawab, cuma bilang 'iya' atau jawab yang kepikir aja

"Ibu, kenapa orang tadi minta minta?"
"Ibu, kenapa anak tadi ga punya rumah?"

Yang agak jleb

"Ibu kenapa tadi banyaknya orang jalan aja dan ga ngasih sama yang minta-minta itu?"

Aduh jleb banget ini, dan cuma bisa jawab
"Mungkin buru buru, dan susah keluarin dompet"

Lalu dengan husnudzon dan polos dia jawab dengan ceria
" mungkin dompetnya sempit"

Saya hanya jawab
"Iya ya?"

lalu seharian dia nyanyi lagunya Opick "Alangkah indah, orang bersedekah, dekat dengan Allah, dekat dengan Surga"

Jadi...
Benarlah adanya kalau anak kecil itu adalah makhluk fitrah. Spiritualitasnya tinggi. Sifatnya masih dekat dengan sifat sifat yang disukai Allah. Murni dan Indah sekali. Mungkin Allah menurunkan mereka untuk mengingatkan para orang dewasa.

Hari ini, bahkan sampai saat saya nulis ini, Saya masih merasa sedang diingatkan untuk lebih banyak membersihlan hati. Haduh, tadi begitu liat pengemis yg kepikiran apa coba? Malah kepikiran jangan jangan kalau ngasih malah bikin org itu tambah malas, belum lagi mikir jangan jangan penghasilan dia lebih besar dari saya, dan pikiran pikiran curiga lainnya.... Malu deh sama anak kecil...

Harus lebih sabat, ikhlas dan husnudzon ya. Harus ingat kalau dalam harta kita ada rejeki orang lain. Sebaliknya kalau kita merasa ada milik kita yang tidak sepenuhnya kita kuasai, mungkin memang hakikatnya belum rejeki kita.

Hari 16: nanti diisi

Hohoho
Skip dulu
Tp booking tempat biar ttp berurutan

Hari 15: akan diisi kemudian

Hohoho
Ngejar hari 17 dulu ya

Wednesday, June 14, 2017

Hari 14: Pengen jadi anak TK

Sebentar lagi libur akhir semester. Semua pekerjaan neng kecil di sekolah, dibawa pulang. Dan ternyataaaa banyak buku bukunya.

Sampai ayahnya bilang: ternyata kerjaan dia di TK banyak juga ya.

Selama ini ga pernah nanya detil ke si anak, ada berapa buku, dll. Tiap hari cuma nanya tadi ngapain aja, kamu senang tidak, ada cerita apa, main apa, dsb. Si anak ceria banget tiap pulang sekolah  dan selalu semangat pergi sekolah. Buat emak sudah cukup 😄.

Iseng iseng nanya
'Del, banyak amat sih bukunya, banyak banget yang dikerjain'
'Iya'
'Capek dan bosen ga sih?'
' tidak dong, aku senang sekolah, seru banget dan ada banyak teman juga'

Dan di rumah dia masih semangat 45 buat ngerjain buku buku yg masih kosongnya, sampai si emak merasa terganggu karna dikit2 ditanyain 😆😄.

Waw

Seru banget yak...
Jadi pengen TK lagi!

Dan tadi akhirnya Neng Kecil menyadari kalau mau ga mau di akan naik ke kelas B. Puas puasin yaaaa...

Hihi

Hari 13: Sukses?

Inget ga jaman dulu, waktu kecil, pas SD suka ada saling isi buku diari pake biodata. Eaa ketauan deh ini generasi udh agak jadul...

Keingetan lagi tu
Kolom cita cita suka banyak yang ngisi 'masuk surga'

Dulu mah kayanya nulis begitu teh karena belum tau mau jadi apa. Jadi tulis aja begitu. Skarang baru ngerasa kalau yang namanya anak anak ternyata adalah makhluk dengan spiritualitas tinggi. Ha ha ha

'Masuk Surga'
Dua kata sederhana tapi butuh perjuangan untuk mencapainya. Dan sesungguhnya itulah sukses yang sesungguhnya.

Tadi abis liat youtube ceramah ceramahnya syaikh Hamza Yusuf. Di salah satu videonya dibilang bahwa jadilah musafir di dunia ini. Kenapa begitu? Karena dengan menganggap diri sebagai musafir maka secara sadar akan berpikir bahwa di dunia hanya sementara. Dengan begitu tentulah akan lebih aware terhadap segala rambu rambu dalam menjalankan misi. Hingga pada akhirnya mencapai kesuksesan yang tertinggi.

Mari berjuang meraih ridho Allah!

😊

Tuesday, June 13, 2017

Hari 12 : Pengen Komen Aja

Lagi viral surat dari kepsek di suatu sekolah di suatu desa. Isinya trntang bahwa anak satu dan lainnya itu berbeda-beda minat bakatnya, dan harusnya ortu ga usah kecewa kalau anaknya ga sesuai ekspektasi, ngerjain ujiannya.

Viral banget, tapi bukan hal baru karna udah lama viral juga surat serupa hanya saja pakai bahasa inggris dan sekolah anaknya di luar.

Yang baru apa? Yang baru adalah bahwa surat itu keluar dr kepsek sekolah di daerah yang bisa dibilang bukan kota besar.

Lalu kenapa di kota besar ga ada kepsek yang nulis begitu? Jangan salah! Kalau di kota besar, dengan menjamurnya sekolah sekolah dengan metoda metoda baru, harusnya tanpa disuratin ortu udah sadar sendiri. Terutama untuk yang milih sekolah berjargon 'multiple inteligence'. Yaa walau ada juga yang sekedar jargon, dengan SDM yg ga kompeten taste sekolahnya jadi cuma kaya sekolah konvensional jaman dulu.

Cuma, banyak yg nanya kenapa di kita besar ga ada yang nyuratin begitu? Sebenernya jadi refleksi tersendiri bahwa ortu sendirilah yang tidak menghargai bakat anak, yang menetapkan ekspektasi tanpa lihat anaknya, ngedrill anak buat sama dengan yang lain, dst. Termasuk saya sendiri kadang suka kebablasan 😂. Maap nak!

Jadi ya begitulah!
Namanya juga pengen komen... Isinya suka ga karuan 😅

Sunday, June 11, 2017

Hari 11: Belum Saatnya

Awal musim gugur di Yokohama, untuk orang Indonesia sudah lumayan dingin, bisa sih tidak pakai jaket, tapi bajunya sudah 3 lapis. Aku berjalan sendiri menyusuri trotoar yang bersih, sesekali terinjak daun yang menguning.

Bagi seorang introvert, sendirian, jauh dari banyak orang yang dikenal, cukup menenangkan dan nyaman.

"Aku harus kesini lagi suatu saat nanti, dan tinggal lebih lama" pikirku

Siang itu, di perjalanan Yokohama - Narita ada rasa enggan untuk pulang ke tanah air, rasanya belum puas 'menyendiri'.

----

Sepulangnya ke tanah air, ada tiba tiba tawaran beasiswa untuk melanjutkan studi. Tujuannya: JEPANG!

" Ahaa... Mungkin ini jawaban yang kemarin, kenapa ada rasa enggan pulang"

Dengan semangat aku mempersiapkan segala dokumen, essay, dan segala yang dibutuhkan untuk beasiswa tersebut.
Sebagai makhluk 'coincidence' dengan penuh percaya diri aku merasa bahwa ini jalan dari Tuhan. Yaa segala yang aku inginkan terkadang tiba tiba ada jalan terbuka. Selalu begitu, sampai aku dijuluki makhluk coincidence. Ya termasuk klo ga sempet belajar seluruh materi buat ujian, tiba tiba ujiannya hanya materi yang sempat aku pelajari saja.

"Katanya kamu apply ke Jepang ya, Gin?" Aisi bertanya padaku
"Iya, mudah mudahan tahun ini bisa berangkat" Aku menjawab dengan penuh percaya diri
"ke Univ apa?"
" Keio"
" wah, dekat, nanti kita bisa bertemu disana ya Gina, saya berangkat bulan depan"
"Wah senang sekali, ada kalau teman", Aku berpikir bahkan Tuhan menyiapkan seorang teman yang sudah dikenal, lumayan nanti kalau ada apa apa mungkin bisa membantu.

Temanku Aisi pergi duluan, selalu mengabari kondisi di sana sambil terus bertanya kabar beasiswaku.

Bulan demi bulan berganti, mengapa tidak ada kabar. Percaya diriku masih tinggi mengingat, bahkan panitia seleksi di univku berkata bahwa aku harusnya bisa terpilih dengan nilai yang cukup baik begini. Gina Peringkat no 1 di jurusan dengan IPK sempurna, 4,00.

Pongah! Namanya manusia!
Akhirnya karna tidak sabar, aku bertanya langsung pada panitia. Dan jawabanya cukup membuat si pongah berkeping keping

" Maaf, belum lulus, mungkin bisa coba untuk penerimaan selanjutnya"

Yaaa, ada rasa sedih. Tapi ada untungnya juga di juluki makhluk coincidence. Karena selalu sadar 'Kalau belum berhasil, mungkin bukan jalannya'. Hidup harus dilanjutkan, mungkin ada hal yang lebih besar yang harus aku lakukan di tempat lain.

Setelah menata hati, akhirnya Aku memberitahu Aisi bahwa aku tidak jadi berangkat. Mungkin ini bukan waktu yang tepat dan mungkin Aku bukan orang yang tepat pula.

----

Hari minggu ada temanya, dan jenisnya fiksi. Nyerah!
Maaf ya, kacau hahah
Perlu banyak belajar lagi untuk membuat fiksi. Susah cari ide 😆

Saturday, June 10, 2017

Hari 10: 3 Permintaan

Hari ini, Sabtu
Seperti biasa kalau weekend ada temanya. Nah temanya hari ini berandai andai jadi Aladin yang punya 3 permintaan pada om jin.

Walah... Dari kecil tu sebenernya saya selalu berpikir, kenapa permintaan terakhirnya bukan 'kabulkan segala permintaan selanjutnya' tapi ga kaci juga sih klo itu dipake buat nulis disini, kelar semua! Lalu ditutup dengan hamdalah!

Jadi biar agak rame, apakah 3 permintaan itu?

1. Lulus!
Sesimpel itu keinginannya? Simpel pale lu! Duh pengen lulus pokoknya walaupun belum tentu setelah sekolah ini beres jalan kedepannya lebih mudah... Klo bisa minta besok bangun bangun udah tinggal ngambil Toga lengan panjang dan nyelesein administrasi. Hahahha... Pelik! Tapi ya itu yang paling dipengenin sekarang ini.

2. Pintu Kemana Saja
Jadi, sebagai mamak mamak yang lagi ambil Ph.D. kadang waktu itu abis di jalan! Bayangkan:
- nganter anak sekolah pake pintu kemana saja
- pergi ke kampus pake pintu kemana saja
- jemput anak pake pintu kemana saja
- anter anak pulang pake pintu kemana saja
- balik ke kampus pake pintu kemana saja
- hemat bo! Makan siang di rumah pake pintu kemana saja
- Anak bisa nyamper emak, dan emak berasa jadi working at home mom a.k.a WAHM pake pintu kemana saja
- dan seterusnya 😂😂
Tempting ga tuh?

3. Belum tau... Boleh pending ga?
Dengan dua permintaan diatas aja rasanya khayalan ga beres beres, sampe ga bisa mikir yang ketiga pengen apaan!Eh tau deng PENGEN TETAP KURUS tanpa harus ngurangin makan yang enak enak huahahha. Olahraga gapapa lah, sebenernya saya suka olahraga, tp permintaan no 2 harus dipenuhi dulu (ke tempat fitnes/yoga/zumba pake pintu kemana saja). Selama ini masalahnya lelah di jalan cyn, pegel kaki teken kopling sampe fisioterapis kebingungan kok bisa kakinya ototnya nyatu semua begini 😅. Padahal mah Bandung-Cimahi doang, belum merasakan sebagai orang jabodetabek (bayangin aja udah ga sanggup si)

Jadi begitulah!

Friday, June 09, 2017

Hari 9: Berandai - andai

Siapa yang suka menghayal dan berandai andai?
Suka lah ya semuanya

Tapi ada satu yang suka bolak balik dikhayalkan, dan berakhir dengan merinding plus bertekad kuat untuk memperbaiki diri.

Coba deh berandai-andai kalau kita meninggal

Duh, saya selalu kepikiran, apa yang ada di benak orang tentang saya, kenangan baik kah? Atau buruk?

Ada ga yang melayat, ada ga yang menyolatkan dan ada ga yang rela sampai mengantar ke liang lahat, ada ga yang akan mendoakan, ada ga yang peduli. Bergidik mikirinnya, agak serem bin lebay kalau kalau ternyata ga ada yang peduli.

Ketika kita meninggal kesan yang ditinggalkan pada benak orang lain tidak bisa lagi diubah. Final! begitulah kita dilihat orang di akhir hayat.

Khayalan ini sebenaranya bisa jadi lahan introspeksi diri. Bagaimana akhlak kita terhadap orang lain.

Bukan maksudnya untuk berbuat riya, melakukan sesuatu untuk dilihat manusia. Tapi kata kajian di radio, orang sholeh itu bukan yang sekadar rajin melakukan ritual ibudah, tetapi juga baik hubungan dengan sesama manusia, dan lebih baik lagi kalau bermanfaat bagi orang lain. Di kajian yang lain (maaf, klo nanya siapa yang ngisi kajian saya ga tau karena dengernya juga di radio mq fm dan pas lagi nyetir) saya juga pernah dengar bahwa bermuamalah dengan baik itu termasuk salah satu cara untuk berdzikir kepada Allah.

Jadi
Marilah kita evaluasi diri masing-masing!