Pages

Saturday, June 17, 2017

Hari 17: Murni!

Akhir akhir ini, saya (kebetulan) sedang membaca, melihat, mendengar kajian tentang pemurnian hati. Termasuk di radio yang biasa saya dengar, Aa Gym dengan nyanyiannya:

Jagalah hati, jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini

Dan memang, kalau hati kotor atau sakit, boro boro deh mau ibadah, 'Hoream teuing!' Klo kata orang sunda. Maka dari itu ntah kenapa buku buku yang saya putuskan untuk dibaca, isinya mengarah kesitu semua, pun youtube channel dan radio, selalu kebetulam arahnya kesitu. Mungkin memang ada yang perlu diperbaiki di hati saya ini.

Eaaa kepanjangan intronya...

Jadi begini, ntah nyambung ntah ga, harusnya sih nyambung. Inspirasi itu ga perlu jauh jauh liat orang terkenal, pagi ini justru saya dapat inspirasi dari anak saya yang baru aja lulus TK A.

Pagi itu, seperti biasa untuk menghemat waktu saya dan neng kecil pergi ke tempat les dengan melewati jembatan penyeberangan. Sejak bulan Ramadhan, disitu ada seorang pengemis yang duduk dekat tangga.

Tapi pagi itu, neng kecil merhatiin lebih dalam, mungkin karna kami juga masih santai belum terlambat.

Gerak geriknya bilang kalau dia ingin memberi. Akhirnya saya tanya 'kenapa? Mau ngasih?' Dan dia semangat menjawab 'iya bu'. Akhirnya saya ambilkan uang, dan dengan sigap neng kecil mengambilnya, langsung dia kasih. Dan mukanya bahagia sekali. Deg! Dan dimulailah petualangan hati daya hari ini.

Diatas jembatan, ga biasanya, ada anak yang tertidur pulas. Tentunya menarik perhatian neng kecil.

"Ibu, kok dia tidur disitu? Jorok ih"
"Wah Iya, tapi mungkin anak itu ga punya rumah Del"
"Loh kenapa?"
"Ibu ga tau"
"Harusnya kita bisa berbagi rumah ya Bu? Boleh bu kita kasih rumah?"
"Boleh del, tapi perlu uang banyak kalau begitu"
" Oh ya gpp"
Lalu dia mikir trus nanya lagi
"Tapi nanti kalau uang kita habis bagaimana?"
Ya saya jawabnya spontan
" Cari lagi, dan berdoa sama Allah biar dikasih rejeki dan bisa tolong orang lain"

Akhirnya sampai di tempat les, dan belajar, seperti biasa kalau ada lagu yang dia lupa lalu dia ngarang #eh #abaikan #ga nyambung.

Setelah les, ternyata dia masih ingat, pertanyaan ngaderedet, tapi banyak yang ga saya jawab, cuma bilang 'iya' atau jawab yang kepikir aja

"Ibu, kenapa orang tadi minta minta?"
"Ibu, kenapa anak tadi ga punya rumah?"

Yang agak jleb

"Ibu kenapa tadi banyaknya orang jalan aja dan ga ngasih sama yang minta-minta itu?"

Aduh jleb banget ini, dan cuma bisa jawab
"Mungkin buru buru, dan susah keluarin dompet"

Lalu dengan husnudzon dan polos dia jawab dengan ceria
" mungkin dompetnya sempit"

Saya hanya jawab
"Iya ya?"

lalu seharian dia nyanyi lagunya Opick "Alangkah indah, orang bersedekah, dekat dengan Allah, dekat dengan Surga"

Jadi...
Benarlah adanya kalau anak kecil itu adalah makhluk fitrah. Spiritualitasnya tinggi. Sifatnya masih dekat dengan sifat sifat yang disukai Allah. Murni dan Indah sekali. Mungkin Allah menurunkan mereka untuk mengingatkan para orang dewasa.

Hari ini, bahkan sampai saat saya nulis ini, Saya masih merasa sedang diingatkan untuk lebih banyak membersihlan hati. Haduh, tadi begitu liat pengemis yg kepikiran apa coba? Malah kepikiran jangan jangan kalau ngasih malah bikin org itu tambah malas, belum lagi mikir jangan jangan penghasilan dia lebih besar dari saya, dan pikiran pikiran curiga lainnya.... Malu deh sama anak kecil...

Harus lebih sabat, ikhlas dan husnudzon ya. Harus ingat kalau dalam harta kita ada rejeki orang lain. Sebaliknya kalau kita merasa ada milik kita yang tidak sepenuhnya kita kuasai, mungkin memang hakikatnya belum rejeki kita.

0 comments: